Berjalan Bersama Kristus



Paulus berkata, “Tetapi jawab Tuhan kepadaku: Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna. Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam penghinaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab ketika aku lemah, maka aku kuat” (2 Kor 12:9-10).

Malam ini adalah malam terakhir di tahun 2025, sungguh luar biasa penyertaan yang Tuhan berikan hingga saat ini di dalam hidup kita. Saya merasa tahun 2025 bukan tahun yang mudah karena banyak hal yang terjadi di dalam kehidupan saya. Mungkin, hal demikian, juga dirasakan oleh saudara. Kejadian-kejadian yang dirasa bertubi-tubi datang menghampiri bahkan jika dilihat dengan seksama negara Indonesia banyak mengalami kedukaan besar seperti yang dirasakan akhir-akhir ini yaitu bencana alam yang terjadi di Sumatra. Mungkin rasanya tahun baru ini, bukan suatu sukacita tapi kedukaan, kegelisahaan, dan kekacauan yang dirasakan.

Namun, akhir-akhir ini saya banyak merenungkan ayat firman yang diungkapkan oleh Paulus terkait di dalam kelemahan maka kuasa Allah sempurna. Mungkin sulit bagi kita menerima kenyataan atau tidak mengerti maksud Allah. Tapi, pernyataan Paulus ini membuat saya sadar bahwa kesempurnaan hadir dari suatu kelemahan. Ketika Tuhan berkata “dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna”, kata “sempurna” (Yunani: teleitai) bukan berarti tanpa cacat, tetapi berarti menjadi penuh, nyata, lengkap, dan mencapai tujuan-Nya.

Ya.. Bagaimana kita menerima keajaiban dan mengalami Tuhan seutuhnya kalau kita tidak melewati proses? Andaikan saja, jika kita diberikan hadiah dari orang tua karena proses yang panjang sudah kita lalui. Di dalam proses itu, kita belajar tentang ketaatan dan patuh terhadap perintah orang tua, belajar menunggu, belajar memahami apa isi hati orang tua kita. Setelah tiba waktunya, orang tua kita merasa kita sudah cukup dewasa menerima pemberian itu, pasti kita merasa bahwa pemberian itu berharga dan kita bisa mengelola dengan baik pemberian itu. Beda halnya, jika orang tua memberikan secara mudah tanpa proses di dalamnya, tentu akan ada perbedaan dari segi rasa, penjagaan, perawatan dan penggunaan. Itulah Tuhan di dalam hidup kita, kita di proses oleh Tuhan untuk kita bisa menerima keajaiban itu dengan siap dan pantas. Pantas disini agar apa yang diberikan Tuhan sesuai dengan tujuanNya dan tidak membuat kita jatuh di dalam dosa dengan kesombongan.

Marilah kita terus berjalan bersama Kristus dan jangan pernah berhenti. Kristus akan menaungi kita dan memberikan kekuatan itu. Kesempurnaan akan datang tepat pada waktu-Nya. Di tahun 2026, jika terjadi kondisi yang menyulitkan maka percayalah, Tuuhan akan menaungi kita dan membuat kesempurnaan di dalam hidup kita. Apa yang kita alami dan kita lakukan bersama Kristus akan menghasilkan kebaikan dan menimbulkan kasih yang nyata dari Allah untuk hidup kita dan sesama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berjuang BersamaMu

Malaikat di Persimpangan Jalan