Malaikat di Persimpangan Jalan
Pernahkah kamu merasa berada di titik buntu, lalu tiba-tiba seseorang datang memberikan bantuan, semangat, atau hanya sekedar saran untuk kamu menimbang-nimbang apa yang sedang kamu gumulkan? Pernahkah kamu sadari bahwa mereka adalah sosok yang Tuhan kirimkan untuk kita? Ya, orang baik itu adalah utusan (perpanjangan tangan) yang Tuhan izinkan buat kita agar kita dapat selamat atau tetap berada di jalur yang tepat.
Ada alasan kenapa Tuhan mengizinkan kita bertemu dengan orang baik itu. Pertama, Tuhan memberikan seseorang penopang untuk kita bisa bersandar sejenak, dikala beban itu terlalu berat untuk kita tanggung. Yesaya 41:6: "Yang seorang menolong yang lain dan berkata kepada temannya: 'Kuatkanlah hatimu!' Ayat ini adalah bentuk bagaimana Tuhan sungguh mengasihi kita, Tuhan menggerakan hati manusia untuk saling menguatkan di masa-masa sulit. Kedua, Tuhan memberikan seseorang pengingat untuk kita bisa tetap berada di jalan Tuhan. Ibrani 10:24: "Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam perbuatan baik." Ayat ini adalah bentuk bagaimana Tuhan mengirimkan mereka bukan hanya untuk menemani tetapi untuk memastikan kita tetap ada di dalam aturannya Tuhan dan berjalan untuk berbuat baik serta memberi dampak atau berkat. Ketiga, Tuhan memberikan seseorang sebagai cerminan untuk kita, agar kita belajar dari kebaikan mereka dan terinspirasi untuk menjadi seperti mereka di kemudian hari. Amsal 27:17: "Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya." Ayat ini adalah bagaimana Tuhan menginginkan sosok untuk kita bisa bertumbuh, berkembang, dan menjadi dampak dengan cara belajar dari orang lain.
Pasti ada alasan kenapa orang itu ada di samping kamu. Pasti ada alasan, kenapa Tuhan kirimkan mereka dikala kamu tidak baik-baik saja. Siapapun orang itu, dan mungkin orang itu memiliki latar belakang yang berbeda dari kamu bahkan keyakinan yang berbeda. Tapi itulah Tuhan, yang bisa memakai siapapun untuk membantumu bangkit. Seperti halnya kisah di dalam Alkitab, Tuhan menggunakan orang Samaria untuk membantu orang Yahudi yang mana mereka memiliki perbedaan keyakinan yang tajam dan latar belakang yang berbeda. Tapi Tuhan tetap mengizinkan mereka untuk saling membantu.
Lukas 10:33-34: (33) Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. (34) Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiramnya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
Kisah ini yang membawa saya menulis renungan ini. Akhir-akhir ini saya banyak diberikan pertolongan dari banyak orang untuk saya memilih, melangkah, dan bangkit lagi ditengah pergumulan. Mungkin kamu pernah juga merasakan hal sama. Rasa syukur yang Tuhan izinkan melalui orang-orang tersebut, menyadarkan saya bahwa BELAS KASIHAN ADALAH BAHASA UNIVERSAL agar Allah mampu menyatakan diriNya di tengah dunia yang kejam. Seringkali kita mengharapkan pertolongan datang dari 'lingkaran' kita sendiri. Namun melalui Lukas 10:33-34, saya belajar bahwa Tuhan bisa memakai orang yang paling asing bagi kita untuk menjadi malaikat penolong. Kebaikan tidak mengenal batas agama atau suku. Tuhan hanya ingin kita bangkit, Dia bisa menggerakkan hati siapa pun untuk menghampiri dan membantu kita.
Teruslah menjadi sosok yang baik dan memiliki belas kasihan itu. Mungkin saat ini malaikat di persimpangan jalan itu adalah orang lain. Namun, bisa saja itu kamu di kemudian hari untuk orang lain.
Matius 22:39 "Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."

Komentar
Posting Komentar