Respon Terbaik


Respon Terbaik (Yunus 1-4)

Akhir-akhir ini, banyak kejadian yang penulis rasakan ketika memilih untuk berkata "Iya Tuhan, aku terima" kepada Sang Pencipta. Kejadian yang belum pernah dipikirkan oleh penulis sebelumnya. 

Penulis pernah merasakan putus asa dalam menghadapi berbagai kejadian dan kondisi di dalam kehidupannya. Bahkan, saat ini penulis merasakan suatu pergumulan di tengah pergumulan yang ada. Sampai suatu ketika, di dalam saat teduhnya, penulis diberikan suatu penguatan dari kisah Nabi Yunus. 

Mungkin, hampir rata-rata orang Kristen mengetahui kisah Nabi Yunus. Nabi yang tidak sempurna, tapi akhirnya berkata "Ya" untuk mengikuti perintah dan jalan hidupnya yang sudah di atur oleh Tuhan.

Penulis sama seperti Nabi Yunus, penulis juga terkadang suka menjauh dari rencana Tuhan yang menyakitkan dan menyusahkan baginya.. Karena menurut penulis, itu tidak akan mungkin dapat dilalui sesuai dengan harapan..

Tapi, penulis melihat kembali kisah Nabi Yunus.. Ketika Nabi Yunus menjauh, Tuhan masih menarik dia lagi karena Tuhan sudah punya rencana buat kehidupannya dan Tuhan lebih tahu kemampuan Nabi Yunus bahwa dirinya mampu untuk menghidupkan kembali Kota Niniwe di jalan Tuhan.

Penulis, merasakan suatu perenungan yang menambah kekuatan dalam bergumul untuk memilih respon yang tepat. Respon untuk "melihat siapa Sang Pencipta yang disembah" yang telah melakukan segalanya dan memiliki kuasa yang melebihi getaran bumi. 

Kalaupun, suatu pilihan yang diambil oleh penulis itu salah, penulis yakin bahwa Tuhan, maha pembenar dan maha kasih.. Jikalau, penulis dalam keadaan tersesat karena pilihannya, penulis tahu bahwa Tuhan akan membetulkan jalannya.. 

Sehingga, penulis menyimpulkan respon yang tepat dalam menghadapi suatu pilihan "berserah dengan mengandalkan Tuhan, dan berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk Tuhan bukan untuk manusia.


Yunus 2:2 (TB)  katanya: "Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berjuang BersamaMu

Berjalan Bersama Kristus

Malaikat di Persimpangan Jalan