Rasa Bersyukur dari Suatu Penerimaan
Renungan Harian
Ayat Firman: Yohanes 15:16 dan Yeremia 1:5
Apakah kalian pernah mempertanyakan hal ini: Bagaimana aku di masa yang akan datang ya Tuhan? Bagaimana kalau aku tidak memiliki sesuatu yang dibanggakan? Bagaimana aku bisa mengucap syukur ditengah lembah kelam?
Biasanya, pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat timbul jika diri kita berada di posisi yang terpuruk. Dapat dikatakan, semua manusia pernah mengalami posisi dan mengajukan pertanyaan tersebut. Memberikan pertanyaan-pertanyaan tersebut, tidaklah salah, tetapi akan menjadi suatu boomerang jika perasaan tersebut berlarut-larut di dalam diri kita sampai membentuk perasaan cemas yang berlebihan atau bahkan mengatakan "aku tidak lagi berguna/berharga" sampai memutuskan untuk menyerah dan tidak lagi berpengharapan di dalam menjalankan hidup.
Satu kunci, untuk kita menjawab semua pertanyaan tersebut adalah "menerima/penerimaan diri". Menerima bahwa saat ini saya memang mengalami jalan yang rusak, jalan yang penuh kerikil sehingga untuk sampai pada tujuan cukup sulit. Tapi, di dalam jalan yang rusak masih ada faktor yang kita syukuri yaitu kita menggunakan alas kaki yang membantu kita untuk melangkah. Alas kaki, merupakan faktor kecil tapi dari situ kita bisa melihat bahwa masih ada yang harus kita syukuri dan ada tanda bahwa Tuhan masih mengizinkan kita untuk melangkah. Tuhan masih memperdulikan kakimu untuk tidak terluka dan bertahan.
Tuhan tidak pernah memberikan kedukaan tanpa pelajaran yang kita petik. Kita dipilih Tuhan untuk berbuah, jikalau kita berada di posisi saat ini, Tuhan mau kita melihat pelajaran untuk kita berbuah dan memetiknya kelak setelah buah itu matang. Yohanes 15:16 - Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
Marilah kita dapat menerima semua apa yang terjadi dalam hidup kita. Selama Tuhan yang menjadi pegangan dalam hidup kita, maka sesuatu hal akan baik-baik saja. Menerima dan melakukan perenungan untuk melihat bentuk kasih Tuhan di dalam hidup kita sehingga bisa kita jadikan suatu pelajaran yang kelak nantinya berbuah dalam diri kita, dan jika sudah matang buah itu akan menjadi suatu kesaksian untuk kemuliaan Tuhan.
Thank you perenungannya 🙏
BalasHapusTerima kasih telah membaca renungan ini, Tuhan memberkati 🙏
Hapus