Belajar dari Implementasi Mengasihi Sesama
Bagaikan bejana siap dibentuk
Demikian hidupku di tanganMu
Dengan urapan kuasa RohMu
Ku dibaharui selalu
Jadikan ku alat dalam rumahMuInilah hidupku di tanganMu
Bentuklah s'turut kehendakMu
Pakailah sesuai rencanaMu
Ku mau s'pertiMu Yesus
Disempurnakan s'lalu
Dalam segenap jalanku
Memuliakan namaMu
Lagu yang memiliki lirik yang sangat membangun bagi setiap kita yang ingin dipakai oleh Tuhan. Biasanya, Tuhan akan membentuk kita dengan ujian-ujian yang Dia berikan. Ujian-ujian yang terkadang bagi sebagian orang menyebutnya dengan masa-masa sulit. Masa - masa sulit terkadang membuat kita mudah goyah di dalam Tuhan bahkan meragukan kasih setia Tuhan dan mempertanyakan kehadiran Tuhan dalam bentuk pertolongan.
Masa sulit di dalam kehidupan juga membentuk kita ke dalam pendewasaan diri. Pendewasaan yang bersumber dari pengalaman-pengalaman hidup setiap orang yang telah dirancang oleh Tuhan sesuai dengan kemampuan yang ada di dalam diri mereka (1 Korintus 10:13a-b Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu). Dengan demikian, semua orang pastinya akan memiliki ujiannya masing-masing.
Lalu bagaimana kita mempersiapkan ujian kehidupan yang akan datang? Jawaban yang tepat adalah seperti halnya seorang siswa yang belajar sebelum ujian tiba. Belajar disini adalah dengan melihat orang lain yang merasakan ujian terlebih dahulu. Melihat bagaimana tangguhnya mereka dalam menghadapi ujian. Kita bisa mendekatkan diri melalui "kasih" kepada orang lain yang mengalami ujian hidup.
Yakobus 2:8 (TB) Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri", kamu berbuat baik. Cara belajar yang ampuh sebelum menghadapi ujian kehidupan adalah kita dapat menerapkan hukum utama.
Kita sebagai kerabat, baiklah kita mendengarkan orang yang sedang lemah dan memberikan perhatian kepada kerabat yang sedang mengalami kesulitan. Perbuatan ini bukan berarti semata-mata kita hanya menolong mereka, tetapi dari perbuatan tersebut kita juga diberikan kesempatan untuk belajar dan melihat bahwa kesulitan-kesulitan di dunia pasti ada, keajaiban-keajaiban yang Tuhan berikan pasti ada, bahkan kita bisa belajar bagaimana orang-orang yang sedang berada dalam posisi kelam mampu bertahan dan berpengharapan.
Dari implementasi mengasihi sesama, kita dapat belajar bahwa:
Tuhan akan menolong setiap kita, dan memakai siapapun mereka umatNya untuk menolong kita. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita karena Tuhan selalu memperhitungkan kesabaran kita (Karena engkau telah memegang firman-Ku tentang kesabaran, maka Aku akan melindungi engkau dari saat pencobaan, yang akan datang - Wahyu 3:10) dan Tuhan juga akan memperhitungkan air mata setiap umat yang mau berpengharapan kepadaNya, seperti bukti kasihNya lewat penebusan di kayu Salib (Mereka adalah orang-orang yang keluar dari sengsara besar dan telah membasuh jubah mereka dan membuatnya putih dalam darah Anak Domba.Sebab itu mereka berada di hadapan takhta Tuhan, dan melayani-Nya siang dan malam di bait-Nya: dan Dia yang duduk di atas takhta itu akan diam di antara mereka.Karena Anak Domba yang ada di tengah-tengah takhta itu akan memberi makan mereka dan membimbing mereka ke sumber air kehidupan. Tuhan akan menghapuskan setiap air mata dari mata mereka. - Wahyu 7:14-17)
Oleh sebab itu, mari kita terus yakin bahwa Tuhan sumber penolong kita, dan hanya Tuhan yang dapat memperhitungkan semuanya secara adil. Teruslah sebagai saudara dan kerabat kita mampu mengasihi sesama kita dengan kasih Tuhan, belajarlah dari orang yang sedang di uji saat ini untuk kita menghadapi ujian yang mungkin akan datang dalam kehidupan kita.
Komentar
Posting Komentar