Melihat Karya Tuhan
Ku telah mati dan tinggalkan
Jalan hidupku yg lama
Semuanya sia-sia
Dan tak berarti lagi
Hidup ini kuletakkan
Pada mezbahMu ya Tuhan
Jadilah padaku seperti
Yang kau ingini
Hari ini, aku sebagai penulis ingin bersaksi tentang rancangan Tuhan Yesus di dalam hidup aku sejak sekolah dasar sampai sekarang ini. Kutipan lagu diatas, adalah iman aku sama Tuhan hingga saat ini.
Ceritaku~
Aku merasa sejak SD hidup yang aku jalani adalah sia-sia dan penuh kesakitan. Tuhan izinin aku memiliki minus mata kanan 8 dan kiri 0 awal aku periksa di optik. Orang tua bawa aku ke rumah sakit mengenai mata ini, dan jalan satu-satunya ada di lasik. Lasik bukan suatu tindakan yang mudah untuk dilakukan dan pada saat itu juga tindakan lasik dan obat-obatan mengenai mata cukup mahal dan terbatas. Kondisi ekonomi keluarga terbilang tidak cukup kondusif sehingga aku mencoba untuk membiasakan diri dengan mata yang minus nya tinggi. Di masa-masa aku minus tinggi dan jarak minus mata kiri dan kanan terbilang jauh, banyak sekali hal-hal yang buat aku jatuh sakit seperti vertigo tiba-tiba, yang tadinya sehat tiba-tiba jatuh ditengah jalan, muntah, dan kalau terkena cahaya lampu malem membuat mata nyeri. Hari-hari aku lewati dengan mata minus tinggi dan objek yang bebayang sampe 3, hal itu juga yang buat aku suka pusing untuk menentukan mana objek aslinya.
Singkat cerita, selain mata minus, diwaktu SMP aku terkena pembengkakan kelenjar TBC sehingga membuat aku harus bergantung sama obat 6 bulan. Aku sampai bingung, Tuhan itu sebenarnya ada ngga sih buat hidup aku? Rasa stress dan bisa dibilang depresi kali ya? Soalnya aku banyak diem dikamar, ga ngadu ke orang tua, ke temen2 sekolah bisa senyum dan ngobrol tapi sampe rumah diem seribu bahasa. Tapi fisik aku ga bisa diboongin, diri aku yang nyeri dan sakit terkadang buat asam lambung aku naik sehingga aku di rawat di RS karena kena GERD. Ini buat aku bener-bener down, dan marah sama Tuhan.
Waktu di rumah sakit, Alm. Ibu Gembala Sidang Gereja Baptis Cengkareng bilang gini "pasti kamu sembuh, kamu ada Tuhan Yesus". Pada waktu itu, aku hanya merespon senyum dan nangis. Aku bener-bener bingung, dimana Tuhan Yesus?
Sewaktu pulang dari RS, aku teringat akan pengajaran tentang "saat teduh" oleh Alm. Ibu Gembala. Dalam hati aku berkata, "apakah saat teduh membuat aku mendengar suara Tuhan? Jika tidak dilakukan maka tidak tahu kebenarannya kan kez?". Sejak saat itu, dimulai dari kelas 8 SMP aku memutuskan untuk saat teduh setiap pagi, lewat buku renungan yang biasa mama bawa dari kantornya hingga saat ini ku pake apps Santapan Rohani. Aku jalani setiap hari dengan saat teduh, aku cerita sama Tuhan, segalanya bahkan keluh kesah aku dan dosa-dosa aku.
Pernah di posisi aku bener-bener ragu lagi sama Tuhan, kaya aku tidak melihat kuasaNya dan mendengar suaraNya. Padahal saat teduh tidak pernah bolong..
Tiba-tiba beberapa hari kemudian, waktu di toilet, vertigo aku kambuh dan leher aku sakit, rasanya cuman mau mati aja kalau bisa selesain sekarang hidup ini. Waktu aku dititik ga sanggup lagi, ada suara kecil bilang ke aku "jangan menyerah, terus layanilah sesama lewat karunia yang Aku percayakan." Duar.... Di sini aku menangis dan cuman bisa bilang "maafin aku Tuhan, aku banyak mau nya" .. Aku ke kamar dan sembah Tuhan sambil buka YouTube dengan lagu "Seperti yang Kau Ingini". Mulai saat itu, aku bener-bener tidak mau ninggalin Tuhan Yesus, apapun kondisinya.
6 bulan kemudian, aku di vonis sembuh dari sakit pembengkakan kelenjar TBC. Tuhan Yesus baik! Harusnya setahun, tapi Dia buat 6 bulan dan untungnya benjolan itu tidak jadi kanker. Setelah itu, kasih-kasih Tuhan terus aku rasakan setiap harinya. Ketika aku pagi-pagi tidak sapa Tuhan, hati kecil ku berat untuk melangkah dari kasur, dan kaya ada yang ingetin "Kamu mau bawa Aku ga ke setiap langkah hidupmu?". Yess! Aku rekomitmen lagi sama Tuhan, aku bener-bener mau melangkah sama Tuhan, mau terima apapun yang Tuhan kasih bahkan kedepannya.
Kalau ditanya, berat ga sih punya mata minus 17++ silinder 3 sebelah kanan dan kiri minus 8 silinder 2? Pasti berat, tapi balik lagi, yang memampukan aku adalah Tuhan Yesus. Tuhan Yesus yang izinin aku operasi mata, Dia mempertemukan aku dengan orang-orang baik di Ciputra SMG Eye Clinic Center, salah satunya dr. Azrina Noor. Ketika operasipun, aku tidak hentinya ajak Tuhan berkomunikasi dan bekerjasama, serta yang pasti hatiku berserah sama Tuhan. Aku ajak Tuhan Yesus bicara di dalam hatiku ga henti-hentinya. Kenapa aku yakin aku berkomunikasi sama Tuhan? Karena waktu aku mulai pembicaraan, dan bagi tugas sama Tuhan, minta tolong Tuhan lakukan sesuatu A dan aku akan lakuin B, Tuhan lakukan segera buat aku sehingga aku bisa lakuin B atau sebaliknya (layaknya kerjasama dengan sahabat sendiri). Sampai operasinya berjalan dengan lancar termasuk biayanya tercukupi berkat Tuhan. Pas selesai operasi, aku lihat dunia terang bgtðŸ˜
Dibalik mata minus ini, tentunya ada ujian-ujian yang lain. Tapi balik lagi yang buat aku bertahan, aku selalu berkomunikasi sama Tuhan, apapun itu aku tanya ke Tuhan dan bagi tugas sama Tuhan. Aku percaya, hidup itu penuh dengan tantangan. Aku percaya, semua orang di dunia ini adalah orang yang berproses untuk menjadi baik. Aku percaya, aku ditempatkan di posisi ini karena Tuhan memampukan aku. Tanpa Tuhan Yesus aku mungkin masih seperti Kezia yang dulu kerjaannya nangis, marah, dan stress berat. Tapi bersama Tuhan Yesus, aku bener-bener lihat keajaibanNya.
Kalau kalian mau lihat keajaibanNya, kalian juga harus mau dituntun Tuhan. Menyapa Tuhan setiap hari dan setiap pagi, jangan putus. Aku adalah orang yang berproses, dosa-dosa ku tidak terhitung tapi aku sadar karena aku lemah dan mudah jatuh dalam dosa, aku perlu Tuhan Yesus.
2 Korintus 12:9-10 (TB) Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.
Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
Jika kamu dalam keadaan sulit, kamu harus percaya Tuhan Yesus hadir buat kamu. Kamu harus memilih untuk mencari dan mendengarNya atau kamu lebih memilih tinggal dalam keterpurukanmu.
picture:
https://www.instagram.com/p/C76_oRnvjtj/?igsh=MXh4NDd6OTRxbTgwNw== (benih kecil)
Komentar
Posting Komentar