Dari Ketidakadilan Menuju Pemulihan


Banyak dari kita mungkin merasa ketidakadilan di dunia ini nyata. Ketidakadilan membuat kita merasa tidak nyaman untuk kembali berbuat baik atau mengasihi dengan tulus karena dibalik ketidakadilan ada kesakitan dan rasa kecewa yang didapatkan. Itulah dunia, banyak kemunafikan, fitnah dan kejahatan serta adu domba yang tidak terlihat secara kasat mata karena rencana yang telah dibuat demi keuntungan dan kepuasan pribadi. 

Beberapa Minggu lalu, saya menghadiri suatu ibadah yang bertemakan "Kematian Kristus: Politik atau Rencana Allah?" Dari judulnya saja sudah membuat saya bertanya-tanya, apakah Yesus mati berawal karena dinamika politik? Jawaban pertanyaan itu telah di jawab di akhir khotbah, yaitu: "Kematian Yesus adalah rencana Allah yang digenapi melalui peristiwa sejarah dan dinamika politik pada saat itu. Hal ini dikarenakan politik yang sangat jahat dari para pemuka agama, penguasa-penguasa, dan kelompok/oknum tertentu yang ingin Yesus disalibkan" 

Yesus yang tidak ditemukan kesalahannya: "Lukas 23:14-15 - Kamu telah membawa orang ini kepadaku sebagai seorang yang menyesatkan bangsa ini. Dan sesudah aku menghadapinya di depan kamu, aku tidak mendapati kesalahan apapun pada orang ini mengenai segala tuduhan yang kamu ajukan terhadap-Nya. Herodes juga tidak, sebab ia mengirimkan-Nya kembali kepada kita. Sungguh, tidak ada sesuatu pun yang dilakukannya yang setimpal dengan hukuman mati." Tetapi tetap harus mati karena sorakan banyak kelompok/orang untuk Yesus disalibkan! 

Salib adalah hukuman paling kejam dan memalukan dalam hukum Rowami. Meskipun bagi manusia ini terlihat tidak adil, tapi itulah rencana Allah untuk menebus setiap dosa manusia. Hukuman yang kejam diganti dengan kasih tanpa syarat. Kemunafikan, kejahatan, ketidakadilan yang dibuat manusia telah dibayar oleh Yesus melalui penderitaan di kayu salib. Bayangkan, kita yang salah tapi Yesus yang menderita. Tidak adil bukan? Tidak ada untungnya bagi Yesus melakukan itu. Namun, itulah yang ingin Tuhan Yesus ajarkan "mengasihi orang bukan karena melihat untung atau rugi untuk kita, melainkan karena hati yang tulus." 

Saat ini, dunia selalu berkaitan dengan untung dan rugi bahkan semua sektor dijadikan politik. Mungkin, saat ini kamu juga merasa ada diposisi ketidakadilan, merasa dikucilkan, tidak dihargai, dan merasa banyak yang mencurangi. Tapi saat ini, Tuhan izinkan kita untuk belajar dan kembali menatap pada salib Kristus sehingga apa yang kita perbuat ada kasih Allah yang memulihkan.

2 Korintus 5:18-19 (TB)
"Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berjuang BersamaMu

Berjalan Bersama Kristus

Malaikat di Persimpangan Jalan